Senin, 20 April 2015


SEKUAT KAYU JATI
By: JojoHye-Xung

Rapuh dan keropos
Sungguh menyebalkan
Aku kayu mahoni
Hanya mampu berhasrat
Untuk sekuat kayu jati
Jadi anak panah yang melesat tajam membelah angin
Aku juga ingin terbang melandas dari gendewa Arjuna
Memporakporanda padang Kurushetra
Tapi aku hanya kayu mahoni
Cukup ditup langsung limbung

Ibu, takdir atau nasib yang lebih kejam?
Cita-citaku tak dapat teraih
Ibu, apa beda menyerah dan putus asa?
Lalu, kisahkan tentang berjuang dan tawakal, Ibu
Segala yang aku tak mengerti dalam hidup

“Nak,” jawab Ibu, “hidup adalah dirimu.”
“Hidup adalah kau yang genggam, dan Tuhan adalah hakim yang adil.”
Ibu bercerita bahwa semua tidak mungkin akan nyata
Cukup dan yang mampu
Menjadi bijak lebih baik dan terhormat

Sabtu, 18 April 2015